Halaman

Kamis, 23 Mei 2013

MAKALAH JUDUL : MENGEMBANGKAN KREATIVITAS MINAT DAN BAKAT ANAK USIA DINI (0-3 TAHUN)



MATA KULIAH : ANALISIS KEBUTUHAN PAUD


DOSEN PENGAMPU : BARRIYATI, M.Pd


 



 


OLEH KELOMPOK 8


NAMA : DESY JULIAWATI (101610228)


SRI UTARI (101610603)


KELAS : A


SEMESTER : VI


PROGRAM STUDI PENDIDIKAN GURU PAUD


FAKULTAS ILMU KEGURUAAN DAN PENDIDIKAN


UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH PONTIANAK


2013


KATA PENGANTAR


Puji syukur  kami panjatkan kepada Tuhan Yang Maha Esa karena atas berkat rahmat serta  hidayah-Nya kami kelompok 8 dapat menyelesaikan tugas makalah ini dengan baik dan tepat waktu. Didalam tugas ini kami yang berjudul “MENGEMBANGKAN KREATIVITAS MINAT DAN BAKAT ANAK USIA DINI (0-3 tahun)” yang kelak saat anak sudah berusia lebih lanjut dapat di lihat minat serta bakat apakah yang anak miliki .

Semoga bacaan ini bisa memberikan banyak pengetahuan serta manfaat bagi para pembaca dan apabila adanya kekurangan kami mohon maaf karena tidak ada manusia yang tidak luput dari kesalahan dan kekurangan.

 

 

                                                                                                               Pontianak, April 2013

 

 

                                                                                                                             Kelompok 8

 

 

 

 

 

 

 

 

BAB I

PENDAHULUAN

A. Latar Belakang

Bermain merupakan suatu kegiatan yang menyenangkan dan spontan sehingga hal ini memberikan rasa aman secara psikologis pada anak sehingga anak memperoleh kesempatan yang luas untuk melakukan eksplorasi guna memenuhi rasa ingin tahunya, anak bebas mengekspresikan gagasannya melalui khayalan, drama, bermain konstruktif, dan sebagainya. Rasa aman dan bebas secara psikologis merupakan kondisi yang penting bagi tumbuhnya kreativitas, untuk mengembangkan kreativitasannya yaitu dengan memberi anak kesenangan dan kepuasan pribadi yang sangat besar dan penghargaan yang memiliki pengaruh nyata pada perkembangan pribadinya. Kreativitas pada anak-anak memiliki ciri tersendiri, kreativitas anak dikoridori oleh keunikan gagasan dan tumbuhnya imajinasi serta fantasi. Anak-anak yang kreatif, sensitif terhadap stimulasi, mereka juga tidak dibatasi oleh frame-frame apapun, artinya, mereka memiliki kebebasan dan keleluasan beraktivitas. Anak kreatif juga cenderung memiliki keasyikan dalam aktivitasnya. Kreativitas AUD juga ditandai dengan kemampuan membentuk imajinasi mental, konsep berbagai hal yang tidak hadir di hadapannya. AUD juga memiliki fantasi, imajinasi untuk membentuk konsep yang mirip dengan dunia nyata (Isenberg & Jalongo, 1993). Kreativitas anak didorong kefitrahannya sebagai manusia yang berpikir. Anak menjadi kreatif juga karena mereka membutuhkan pemuasan dorongan emosi. Namun yang paling penting, kreativitas anak muncul karena anak perlu strategi untuk membangun konsep dan memecahkan masalah sesuai tingkat intelektualnya.

Bakat (aptitude) adalah kemampuan bawaan yang merupakan potensi yang masih perlu di kembangkan atau di latih untuk mencapai suatu kecakapan, pengetahuan dan keterampilan khusus. Misalnya kemampuan berbahasa, bermain musik, melukis, dan lain-lain. Seseorang yang berbakat musik misalnya, dengan latihan yang sama dengan orang lain yang tidak berbakat musik akan lebih cepat menguasai keterampilan tersebut. Untuk bisa terealisasi, bakat harus di tunjang dengan minat, latihan, pengetahuan, dan pengalaman. Mengembangkan bakat dan minat bertujuan agar seseorang belajar atau dikemudian hari bisa bekerja di bidang yang diminatinya dan sesuai dengan kemampuan serta bakat dan minat yang dimilikinya sehingga mereka bisa mengembangkan kapabilitas untuk belajar serta bekerja secara optimal dengan penuh antusias. Setiap orang menginginkan untuk menjadi yang kreatif, dan setiap orang pada dasarnya memiliki potensi untuk kreatif, hanya saja permasalahannya sejauh mana potensi tersebut dapat diasah pada diri manusia sehingga mereka dapat menghasilkan karya dan gagasan yang spektakuler dengan idenya yang “lain daripada yang lain”. Untuk mengasah kreativitas minat serta bakat maka dapat dimulai sejak anak usia dini. Tentunya  sebagai orangtua yang ingin anaknya kreatif maka harus memahami bagaimana mengembangkan dan meningkatkan kreativitas minat serta bakat pada anak.  Dalam hal ini, maka orang tua menjadi penting mengetahui faktor apa saja yang mendukung berkembangnya kreativitas anak dan aktivitas apa saja yang dapat meningkatkan kreativitas anak.

B. Tujuan dan Manfaat

Berdasarkan perumusan masalah di atas maka dalam makalah ini mempunyai tujuan dan manfaat :

1.      Untuk mengembangkan kemampuan kreativitas minat serta bakat yang di miliki oleh anak.

2.      Untuk memberikan pemahaman kepada orang tua bahwa pentingnya mengembangkan serta meningkatkan kreativitas pada anak.

3.      Untuk dapat mengembangkan ide-ide kreatif anak dalam mengembangkan kreativitas mereka di bidang tertentu.

 

 

 

 

 

 

 

 

 

BAB II

PEMBAHASAN

A. Pengertian Kreativitas

Kreativitas adalah suatu kondisi, sikap atau keadaan yang sangat khusus sifatnya dan hampir tidak mungkin dirumuskan secara tuntas. Kreativitas dapat didefinisikan dalam beranekaragam pernyataan tergantung siapa dan bagaimana menyorotinya. Istilah kreativitas dalam kehidupan sehari-hari selalu dikaitkan dengan prestasi yang istimewa dalam menciptakan sesuatu yang baru, menemukan cara-cara pemecahan masalah yang tidak dapat ditemukan oleh kebanyakan orang, ide-ide baru, dan melihat adanya berbagai kemungkinan.

Menurut Solso (Csikszentmihalyi,1996) kreativitas adalah aktivitas kognitif yang menghasilkan cara pandang baru terhadap suatu masalah atau situasi. Drevdal (dalam Hurlock, 1999) menjelaskan kreativitas sebagai kemampuan seseorang untuk menghasilkan komposisi, produk, atau gagasan apa saja yang pada dasarnya baru, dan sebelumnya tidak dikenal pembuatnya. Kreativitas ini dapat berupa kegiatan imajinatif atau sintesis pemikiran yang hasilnya bukan hanya perangkuman, mungkin mencakup pembentukan pola-pola baru dan gabungan informasi yang diperoleh dari pengalaman sebelumnya serta pencangkokan hubungan lama ke situasi baru dan mungkin mencakup pembentukan korelasi baru. Bentuk-bentuk kreativitas mungkin berupa produk seni, kesusasteraan, produk ilmiah, atau mungkin juga bersifat prosedural atau metodologis. Jadi menurut ahli ini, kreativitas merupakan aktivitas imajinatif yang hasilnya merupakan pembentukan kombinasi dari informasi yang diperoleh dari pengalaman-pengalaman sebelumnya menjadi hal yang baru, berarti dan bermanfaat. Munandar (1995) mendefinisikan kreativitas sebagai kemampuan untuk membuat kombinasi-kombinasi baru, asosiasi baru berdasarkan bahan, informasi, data atau elemen-elemen yang sudah ada sebelumnya menjadi hal-hal yang bermakna dan bermanfaat. Pengertian kreativitas menurut pendapat para ahli yaitu :

a. Barron (1982 : 253)

Kreativitas adalah kemampuan untuk menciptakan sesuatu yang baru. Sesuatu yang baru disini bukan berarti harus sama sekali baru, tetapi dapat juga sebagai kombinasi dari unsur-unsur yang telah ada sebelumnya.

b. Guilford (1970 : 236)

Kreativitas mengacu pada kemampuan yang menandai cirri-ciri seorang kreatif.

c. Utami Munandar (1992 : 41)

Kreativitas adalah kemampuan yang mencerminkan kelancaran, keluwesan, dan orisinalitas dalam berpikir serta kemampuan untuk mengelaborasi suatu gagasan.

d. Rogers (1992 : 48)

Kreativitas adalah proses munculnya hasil-hasil baru dalam suatu tindakan.

e. Drevdahl (Hurlock; 1978 : 3)

Kreativitas adalah kemampuan untuk memproduksi komposisi dan gagasan-gagasan baru yang dapat berwujud aktivitas imajinatif atau sentesis yang mungkin melibatkan pembentukan pola-pola bar dan kombinasi dari pengalaman masa lalu yang dihubungkan dengan yang sudah ada pada situasi sekarang.

B. Pendekatan Terhadap Kreativitas

Pendekatan psikologis lebih melihat kreativitas dari segi kekuatan-kekuatan yang ada dalam diri individu sebagai faktor-faktor yang menentukan kreativitas seperti : inteligensi, bakat, motivasi, sikap, minat, dan disposisi kepribadian lainnya.

Pendekatan sosiologis berasumsi bahwa kreativitas individu merupakan hasil dari proses interaksi sosial, dimana individu dengan segala potensi & disposisi kepribadiannya di pengaruhi oleh lingkungan sosial tempat individu itu berada, yang meliputi ekonomi, politik, kebudayaan dan peranan keluarga.

Beberapa faktor sosiologis yang kondusif bagi perkembangan kreativitas, yaitu :

1. Tersedianya sarana-sarana kebudayaan

2. Keterbukaan terhadap keragaman cara berpikir

3. Adanya keleluasan bagi keragaman cara berpikir

4. Adanya toleransi terhadap pandangan-pandangan yang divergen

5. Adanya penghargaan yang memandai terhadap orang-orang yang berprestasi

C. Perkembangan kreativitas berdasarkan usia
1. Tahap sensori – motorik ( 0 – 2 tahun)
Pada tahap ini belum memiliki kemampuan untuk mengembangkan kreativitasnya. Sebab, pada tahap ini tindakan-tindakan anak masih berupa tindakan-tindakan fisik yang bersifat refleksif, pandangannya terhadap objek masih belum permanen, belum memiliki konsep tentang ruang dan waktu, belum memiliki konsep tentang sebab-akibat, bentuk permainannya masih merupakan pengulangan reflek-reflek, belum memiliki konsep tentang diri, ruang dan belum memiliki kemampuan berbahasa.
2. Tahap Praoperasional ( 2 – 7 tahun)
Pada tahap ini kemampuan mengembangkan kreativitas sudah mulai tumbuh karena anak sudah mulai tumbuh karena anak sudah mulai mengembangkan memori dan telah memiliki kemampuan untuk memikirkan masa lalu dan masa yang akan dating, meskipun dalam jangka waktu pendek.
3. Tahap Operasional Konkrit ( 7 – 11 tahun)
Faktor-faktor yang memungkinkan semakin berkembangnya kreativitas itu adalah :
a. Anak sudah mulai mampu untuk menampilkan operasi-operasi mental
b. Mulai mampu berpikir logis dalam bentuk yang sederhana
c. Mulai berkembang kemampuan untuk memelihara identitas-identitas diri
d. Konsep tentang ruang sudah semakin meluas
e. Sudah amat menyadari akan adanya masa lalu, masa kini, dan masa yang akan datang.
f. Sudah mampu mengimajinasikan sesuatu, meskipun biasanya masih memerlukan bantuan objek-objek konkrit.
4. Tahap Operasional Formal ( 11 tahun ke atas)
Ada beberapa faktor yang mendukung berkembangnya potensi kreativitas ini, yakni :
a. Remaja sudah mampu melakukan kombinasi tindakan secara proposional berdasarkan pemikiran logis
b. Remaja sudah mampu melakukan kombinasi objek-objek secara proporsional berdasarkan pemikiran logis
c. Remaja sudah memiliki pemahaman tentang ruang relatif
d. Remaja sudah memiliki pemahaman tentang waktu relative
e. Remaja sudah mampu melakukan pemisahan dan pengendalian variabel-variabel dalam menghadapi masalah yang kompleks
f. Remaja sudah mampu melakukan abstraksi relative dan berpikir hipotesis
g. Remaja sudah memiliki diri ideal
h. Remaja sudah menguasai bahasa abstrak

D. Karakteristik Kreativitas
Diers (Adams : 1976) mengemukakan bahwa karakteristik :
1. Memiliki dorongan (drive) yang tinggi
2. Memiliki rasa ingin tahu yang besar
3. Penuh percaya diri
4. Toleran terhadap ambiguitas
5. Bersifat sensitive, dan lain-lain
Menurut Utami Munandar (1992) mengemukakan ciri-ciri kreativitas antara lain :
1. Senang mencari pengalaman baru
2. Memiliki inisiatif
3. Selalu ingin tahu
4. Mempunyai rasa humor
5. Berwawasan masa depan dan penuh imajinasi, dan lain-lain.
Menurut Clark (1988) mengemukakan karakteristik kreativitas adalah sebagai berikut :
1. Memiliki disiplin diri yang tinggi
2. Senang berpetualang
3. Memiliki wawasan yang luas
4. Mampu berpikir periodic
5. Memerlukan situasi yang mendukung
6. Sensitif terhadap lingkungan
7. Memiliki nilai estetik yang tinggi
Menurut Torance (1981) mengemukakan karakteristik kreativitas adalah :
1. Memiliki rasa ingin tahu yang besar
2. Tekun dan tidak mudah bosan
3. Percaya diri dan mandiri
4. Berani mengambil resiko
5. Berpikir divergen

E. Faktor-faktor yang mempengaruhi kreativitas
Utami Munandar (1988) mengemukakan bahwa faktor-faktor yang mempengaruhi kreativitas adalah :
1. Usia
2. Tingkat pendidikan orang tua
3. Tersedianya fasilitas
4. Penggunaan waktu luang
Clark (1983) mengkategorikan faktor-faktor yang mempengaruhi kreativitas ke dalam 2 kelompok yakni :
1. Faktor-faktor yang mendukung
- Situasi yang menghadirkan ketidaklengkapan serta keterbukaan
- Situasi yang memungkinkan dan mendorong timbulnya banyak pertanyaan
- Situasi yang dapat mendorong dalam rangka menghasilkan sesuatu
- Situasi yang mendorong tanggung jawab dan kemandirian
2. Faktor-faktor yang menghambat
- Tidak menghargai terhadap fantasi dan hayalan
- Otoritarianisme
- Diferensiasi antara bekerja dan bermain
- Stereotif peran seks/jenis kelamin
- Kurang berani dalam melakukan eksplorasi, menggunakan imajinasi, dan penyelidikan.

F. Faktor potensial yang mendukung berkembangnya kreatifitas anak:

1.      Rangsangan mental

Suatu karya kreatif dapat muncul jika anak mendapatkan rangsangan mental yang mendukung. Pada aspek kognitif anak distimulasi agar mampu diberikan berbagai alternative pada setiap stimulant yang muncul. Pada aspek kepribadian anak distimulasi untuk mengembangkan berbagai macam potensi pribadi kreatif seperti percaya diri, keberanian, ketahanan diri, dan lain sebgainya. Pada aspek suasana psikologis (psychological Athmosphere) distimulasi agar anak memiliki rasa aman, kasih sayang dan penerimaan. Menerima anak dengan segala kekurangan dan kelebihannya akan membuat anak berani mencoba, berinisiatif, dan berbuat sesuatu secara spontan.

 

 

2.      Kondisi Lingkungan

Kondisi lingkungan  di sekitar sangat berpengaruh besar dalam menumbuhkembangkan kreativitas. Kreativitas akan mati dan tidak berkembang dengan kondisi lingkungan yang tidak mendukung. Ayan (1997) menemukakan beberapa kondisi lingkungan yang harus diciptakan untuk menumbuhkan jiwa kreatif, antara lain:

·         Pencahayaan

Cahaya merupakan salah satu sumber energy kreatif paling ampuh, bahkan cahaya matahari yang terang langsung memiliki kaitan biologis dengan tubuh dan pikiran.

·         Sentuhan warna

Warna memiliki aspek tertentu terhadap lingkungannya, dapat membuat kita merasa penuh energy. Sementara warna lain mempunyai efek menenangkan. Ada beberapa cara dasar penggunaan warna untuk menciptakan lingkungan kreatif. Pertama, mewarnai ruangan untuk mendapatkan perasaan yang diinginkan. Kedua, buat variasi warna sesuai dengan suasana hati dan kebutuhan yang berbeda. Ketiga, banyaknya warna dapat merangsang berbagai pikiran dan perasaan.

·         Seni dan Lingkungn

Istilah seni dan lingkungan berarti segala sesuatu yang terdapat didinding, rak, dan semua permukaan sekitar ruangan. Ini meliputi mulai dari poster, hiasan dinding, ukiran, foto, benda seni dan lain-lain.

·         Bunyi dan Musik

Musik dan bunyi memiliki dua fungsi:

- Jenis music tertentu dapat meningkatkan fungsi otak dan membantu kecepatan belajar dan daya ingat

- Mempengaruhi penataan dan suasana hati

Musik dapat membuat zona kenyamanan menuju pikiran dan perasaan baru, tepat pada bidang yang dibutuhkan agar menjadi kreatif.

·         Aroma

Menurut berbagai sumber bebauan atau aroma diketahui secara langsung merangsang bagian otak-sistem limbic-yang bekerja atas emosi dan ingatan prmitif.

·         Sentuhan

Sentuhan dapat menghadirkan kenyamanan fisik dan relaksasi, dapat mencapai ketenangan, dan untuk mendapatkan rangsangan.

·         Cita Rasa

Ada tiga prinsip penting dalam hal masalah gizi :

- Karbohidrat menyebabkan kantuk, dan akan mengurangi energi kreatif

- Protein meningkatkan kesiagaan, sedangkan lemak mengumpulkan ketajaman mental

- Pola makan terbaik adalah yang mementingkan buah-buahan segar dan sayuran, hindari makanan yang diproses bahan sintesis, gula, tepung, kafein dan alcohol.

Ketujuh aspek lingkungan tersebut memberikan dampak diperlukannya kondisi bersih dan sehat dalam lingkungan. Penataan ruangan yang apik, tidak penuh dengan barang, dan ventilasi yang cukup, dapat mengembangkan kreativitas anak.

3.      Peran Orang Tua

Utami Minandar (1999) menjelaskan beberapa sikap orang tua yang menunjang tumbuhnya kreativitas, antara lain :

1. Menghargai pendapat anak dan mendorongnya untuk mengungkapkan

2. Memberi waktu kepada anak untuk berfikir, merenung dan berkhayal

3. Membolehkan anak untuk mengambil keputusan sendiri

4. Mendorong anak untuk menjajaki dan mempertanyakan hal-hal

5. Meyakinkan anak bahwa orangtua menghargai apa yang ingin dicoba, dilakukan dan apa yang dihasilkan

6. Menunjang dan mendorong kegiatan anak

7. Menikmati keberadaannya bersama anak

8. Memberi pujian yang sungguh-sungguh kepada anak

9. Mendorong kemandirian anak dalam bekerja

10.  Menjalin hubungan kerjasama yang baik dengan anak

Dalam membangun mental usaha anak, dapat dicontohkan dengan beberapa kasus dibawah ini,

Contoh 1 : Anak minta dibukakan bungkus peremen

yang harus dilakukan:

- Sebagai orangtua harus mengakui jika anak belum bisa membukakan permen karena memang belum diajari

- Berikan contoh membukakan permennya sampai anak mengerti

- Setelah itu, minta anak untuk mengulangi kembali. Jangan lupa berikan pujian serta pesan bahwa setelah ini harus berusaha sendiri sebelum mereka meminta tolong kepada orang lain.

G. Masalah yang sering timbul pada anak kreatif
1. Pilihan karir yang tidak realistis
2. Hubungan dengan guru dan teman sebaya
3. Perkembangan yang tidak selaras
4. Tiadanya tokoh-tokoh ideal

BAB III

PENUTUP

1.      Kesimpulan

Dari penjabaran makalah tersebut dapat disimpulkan bahwa kreativitas adalah kemampuan untuk menciptakan sesuatu yang baru atau suatu kombinasi baru berdasarkan unsur-unsur yang telah ada sebelumnya menjadi sesuatu yang bermakna atau bermanfaat. Untuk mengasah kreativitas minat serta bakat maka dapat dimulai sejak anak usia dini dalam hal ini, maka peran orang tua sangat penting untuk mengetahui faktor apa saja yang mendukung perkembangan kreativitas anak dan aktivitas apa saja yang dapat meningkatkan kreativitas anak.

 

2.      Saran

Menurut kelompok kami dalam mengembangkan kreativitas anak di perlukan adanya peranan orang tua dan guru dalam mengembangkan minat dan bakat anak agar kelak bermanfaat bagi anak itu sendiri, masyarakat sekitar. Dengan adanya makalah ini, kami berharapa para orang tua bisa memahami dan mengetahui faktor-faktor apa yang dapat mengembangkan kreativitas anak.

1 komentar:

  1. bandar Togel sgp yang paling aman

    Ayo segera
    Agen TOGEL 4DPOIN,Online Terpercaya.
    Minimal Deposit Dan Withdraw 20.000
    Keterangan Lebih Lanjut, Anda Bisa Hubungi Disini.
    ★ Pin BBM : D1A279B6
    ★ Pin BBM : 7B83E334
    ★ Whatsapp : +85598291698
    ★ Skype : Poin.4D
    ★ Line : +85598291698

    BalasHapus